ASUHAN KEPERAWATAN
PADA ANAK DENGAN ASMA
A.
PENGKAJIAN
1.
Wawancara
a. Riwayat kesehatan sekarang
Keluhan yang dirasakan
pasien sperti batuk, sesak nafas, lemah, lesu, nafas wheezing.
b. Riwayat kesehatan masa lalu
c. Riwayat kesehatan keluarga
2.
Pemeriksaan
fisik
a. Inspeksi :
tampak lemah
b. Palpasi :
adanya nyeri dada
c. Auskultasi : adanya mengi / wheezing
d. Kesadaran
3.
Pemeriksaan
diagnostik
a. Uji fungsi paru
Menentukan derajat
obstruksi, menilai hasil provokasi bronkus dan menilai hasil pengobatan serta
mengikuti perjalanan penyakit.
Alat : sprot flow
meter. Caranya : penderita menutup flow meter beberapa kali, dihembuskan dengan
kuat dan di catat hasilnya. Pada fungsi paru, kapasitas vital dan volume tidak
menurun, residual, volume meningkat.
b. Pemeriksaan tes kulit
Menunjukkan adanya
antibody Ig E spesifik dalam tubuh.
c. Pemeriksaan Ig E total dan Ig Espesifik
dalam serum dilakukan jika pemeriksaan tes kulit hasilnya kurang dapat
dipercaya.
d. Pemeriksaan radiologi
Foto thoraks dilakukan
apabila kecurigaan terhadap proses di paru atau komplikasi asma
e. X – ray dada
Paru hiper inflasi atau
normal dengan diafragma melandai
f. Pemeriksaan eosinofil total dalam darah,
kristal charchet keydem, spiral chursh, stain eosinofil meningkat.
g. EKG
Sinus takikardia
h. Analisa gas darah
Dilakukan pada
penderita dengan serangan asma berat dan pada keadaan tersebut dapat terjadi
hipoksemia, hiperkapneu, dan asidosis respiratorik.
B.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Bersihan jalan nafas tidak efektif
berhubungan dengan bronkopasme
2. Gangguan pertukaran gas berhubungan
dengan spasme bronkus
3. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh berhubungan dengan dyspneu
4. Cemas berhubungan dengan hospitalisasi
dan distres pernafasan
C.
INTERVENSI
Dx
I
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan
selama proses keperawatan
diharapkan bersihan jalan nafas kembali efektif
NOC :
Respiratory status : airway patency
K H :
·
Mendemontrasikan
batuk efektif dan suara nafas yang bersih, tidak ada sianosis dan dyspneu (
mampu mengeluarkan sputum, mampu bernafas dengan mudah, tidak ada pursed lips
).
·
Menunjukkan
jalan nafas yang paten ( klien tidak merasa tercekik, irama nafas, frekuensi
pernafasan dalam rentang normal, tidak ada suara nafas abnormal ).
·
Mampu
mengidentifikasi dan mencegah faktor yang dapat menghambat jalan nafas.
NIC : Airway management
·
Posisikan
pasien untuk memaksimalkan ventilasi
·
Lakukan
fisio terapi dada jika perlu
·
Keluarkan
sekret dengan batuk atau suction
·
Auskultasi
suara nafas, catat adanya suara tambahan
·
Berikan
bronkhodilator bila perlu
·
Atur
intake untuk cairan mengoptimakan keseimbangan
·
Monitor
respirasi dan satus O 2
Ket. : Skala :
1
:
Tidak menunjukkan
2
:
Jarang menunjukkan
3
:
Kadang menunjukkan
4
:
Sering menunjukkan
5
:
Selalu menunjukkan
Dx
II
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan
selama proses keperawatan
diharapkan pertukaran gas kembali lancar
NOC : Respiratory status : ventilation
K H :
·
Mendemontrasikan
peningkatan ventilasi dan oksigenasi yang adekuat
·
Memelihara
kebersihan paru dan bebas dari tanda – tanda distres pernafasan
·
Mendemontrasikan
batuk efektif dan suatu nafas yang bersih, tidak ada sianosis dan dyspneu
·
TTV
dalam rentang normal
NIC : Airway management
·
Posisikan
pasien untuk memaksimalkan ventilasi
·
Lakukan
fisio terapi dada jika perlu
·
Keluarkan
sekret dengan batuk atau suction
·
Auskultasi
suara nafas, catat adanya suara tambahan
·
Berikan
bronkhodilator bila perlu
·
Atur
intake untuk cairan mengoptimakan keseimbangan
·
Monitor
respirasi dan satus O 2
Ket. : Skala :
1
:
Tidak menunjukkan
2
:
Jarang menunjukkan
3
:
Kadang menunjukkan
4
:
Sering menunjukkan
5
:
Selalu menunjukkan
Dx
III
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan
selama proses keperawatan
diharapkan kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi
NOC : Nutrition status : Nutrient intake
K H :
·
Adanya
peningkatan BB sesuai dengan tujuan
·
BB
ideal sesuai dengan tinggi badan
·
Mampu
mengidentifikasi kebutuhan nutrisi
·
Tidak
ada tanda – tanda malnutrisi
Ø Rambut merah
Ø Perut buncit
Ø Mata cekung
Ø Turgor kulit kering
·
Tidak
terjadi penurunan BB yang berarti
NIC : Nutrition management
·
Kaji
adanya alergi makanan
·
Kolaborasi
dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan
pasien
·
Yakinkan
diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk mencegah konstipasi
·
Berikan
makanan yang terpilih ( sudah dikonsultasikan dengan ahli gizi )
·
Monitor
jumlah nutrisi dan kandungan kalori
Ket. : Skala :
1
:
Tidak menunjukkan
2
:
Jarang menunjukkan
3
:
Kadang menunjukkan
4
:
Sering menunjukkan
5
:
Selalu menunjukkan
Dx
IV
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan
selama proses keperawatan
diharapkan cemas dapat berkurang / hilang
NOC : Anxiety control
K H :
·
Klien
mampu mengidentifikasi dan mengungkapkan gejala cemas
·
Klien
mampu mengidentifikas, mengungkapkan dan menunjukkan teknik untuk mengontrol
cemas
·
Vital
sign dalam batas normal
Ø Nadi : Bangun Tidur
1 – 2 th 80-150 70-120
2 – 10 th 70-110 60-90
>10 th 55-90 50-90
Ø Nafas :
1 – 2 th 25 – 30 x / mnt
4 – 6 th 21 – 23 x / mnt
8 – 10 th 19 – 20 x / mnt
14 – 18 th 16 – 18 x / mnt
Ø Suhu :
1 th 37,7 º C
2-5 th 37,2 º C
6-dewasa 37 º C
Ø TD :
1 th 95 / 65 mmHg
6-13 th 105 / 65 mmHg
14-18 th 120 / 80 mmHg
·
Postur
tubuh, ekspresi wajah, bahasa tubuh dan tingkat aktifitas menunjukkan
berkurangnya kecemasan
NIC : Anxiety reduction
·
Gunakan
pendekatan yang menyenangkan
·
Jelaskan
semua prosedur dan apa yang dirasakan selama prosedur
·
Pahami
perspektif pasien terhadap stress
·
Temani
pasien untuk memberikan keamanan dan mengurangi kecemasan
·
Identifikasi
tingkat kecemasan
·
Dorong
untuk mengungkapkan perasaan, ketakutan
Ket. : Skala :
1
:
Tidak menunjukkan
2
:
Jarang menunjukkan
3
:
Kadang menunjukkan
4
:
Sering menunjukkan
5
:
Selalu menunjukkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar