Senin, 29 Juni 2015

ASKEP PASIEN ANAK DENGAN ASMA


ASUHAN KEPERAWATAN
PADA ANAK DENGAN ASMA


A.    PENGKAJIAN
1.         Wawancara
a.       Riwayat kesehatan sekarang
Keluhan yang dirasakan pasien sperti batuk, sesak nafas, lemah, lesu, nafas wheezing.
b.      Riwayat kesehatan masa lalu
c.       Riwayat kesehatan keluarga
2.         Pemeriksaan fisik
a.       Inspeksi                : tampak lemah
b.      Palpasi                  : adanya nyeri dada
c.       Auskultasi            : adanya mengi / wheezing
d.      Kesadaran
3.         Pemeriksaan diagnostik
a.       Uji fungsi paru
Menentukan derajat obstruksi, menilai hasil provokasi bronkus dan menilai hasil pengobatan serta mengikuti perjalanan penyakit.
Alat : sprot flow meter. Caranya : penderita menutup flow meter beberapa kali, dihembuskan dengan kuat dan di catat hasilnya. Pada fungsi paru, kapasitas vital dan volume tidak menurun, residual, volume meningkat.
b.      Pemeriksaan tes kulit
Menunjukkan adanya antibody Ig E spesifik dalam tubuh.
c.       Pemeriksaan Ig E total dan Ig Espesifik dalam serum dilakukan jika pemeriksaan tes kulit hasilnya kurang dapat dipercaya.
d.      Pemeriksaan radiologi
Foto thoraks dilakukan apabila kecurigaan terhadap proses di paru atau komplikasi asma

e.       X – ray dada
Paru hiper inflasi atau normal dengan diafragma melandai
f.        Pemeriksaan eosinofil total dalam darah, kristal charchet keydem, spiral chursh, stain eosinofil meningkat.
g.      EKG
Sinus takikardia
h.      Analisa gas darah
Dilakukan pada penderita dengan serangan asma berat dan pada keadaan tersebut dapat terjadi hipoksemia, hiperkapneu, dan asidosis respiratorik.

B.     DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.    Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan bronkopasme
2.    Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan spasme bronkus
3.    Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan dyspneu
4.    Cemas berhubungan dengan hospitalisasi dan distres pernafasan

C.    INTERVENSI
Dx I
Tujuan      : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama proses       keperawatan diharapkan bersihan jalan nafas kembali efektif
NOC        :  Respiratory status : airway patency
K H          :
·         Mendemontrasikan batuk efektif dan suara nafas yang bersih, tidak ada sianosis dan dyspneu ( mampu mengeluarkan sputum, mampu bernafas dengan mudah, tidak ada pursed lips ).
·         Menunjukkan jalan nafas yang paten ( klien tidak merasa tercekik, irama nafas, frekuensi pernafasan dalam rentang normal, tidak ada suara nafas abnormal ).
·         Mampu mengidentifikasi dan mencegah faktor yang dapat menghambat jalan nafas.
NIC          : Airway management
·         Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
·         Lakukan fisio terapi dada jika perlu
·         Keluarkan sekret dengan batuk atau suction
·         Auskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan
·         Berikan bronkhodilator bila perlu
·         Atur intake untuk cairan mengoptimakan keseimbangan
·         Monitor respirasi dan satus O 2
Ket.          : Skala :
1        : Tidak menunjukkan
2        : Jarang menunjukkan
3        : Kadang menunjukkan
4        : Sering menunjukkan
5        : Selalu menunjukkan

Dx II
Tujuan      : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama proses       keperawatan diharapkan pertukaran gas kembali lancar
NOC        : Respiratory status : ventilation
K H          :
·         Mendemontrasikan peningkatan ventilasi dan oksigenasi yang adekuat
·         Memelihara kebersihan paru dan bebas dari tanda – tanda distres pernafasan
·         Mendemontrasikan batuk efektif dan suatu nafas yang bersih, tidak ada sianosis dan dyspneu
·         TTV dalam rentang normal
NIC          : Airway management
·         Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
·         Lakukan fisio terapi dada jika perlu
·         Keluarkan sekret dengan batuk atau suction
·         Auskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan
·         Berikan bronkhodilator bila perlu
·         Atur intake untuk cairan mengoptimakan keseimbangan
·         Monitor respirasi dan satus O 2
Ket.          : Skala :
1        : Tidak menunjukkan
2        : Jarang menunjukkan
3        : Kadang menunjukkan
4        : Sering menunjukkan
5        : Selalu menunjukkan
Dx III
Tujuan      : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama proses       keperawatan diharapkan kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi
NOC        : Nutrition status : Nutrient intake
K H          :
·         Adanya peningkatan BB sesuai dengan tujuan
·         BB ideal sesuai dengan tinggi badan
·         Mampu mengidentifikasi kebutuhan nutrisi
·         Tidak ada tanda – tanda malnutrisi
Ø  Rambut merah
Ø  Perut buncit
Ø  Mata cekung
Ø  Turgor kulit kering
·         Tidak terjadi penurunan BB yang berarti
NIC          : Nutrition management
·         Kaji adanya alergi makanan
·         Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien
·         Yakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk mencegah konstipasi
·         Berikan makanan yang terpilih ( sudah dikonsultasikan dengan ahli gizi )
·         Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori

Ket.          : Skala :
1        : Tidak menunjukkan
2        : Jarang menunjukkan
3        : Kadang menunjukkan
4        : Sering menunjukkan
5        : Selalu menunjukkan

Dx IV
Tujuan      : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama proses       keperawatan diharapkan cemas dapat berkurang / hilang
NOC        : Anxiety control
K H          :
·         Klien mampu mengidentifikasi dan mengungkapkan gejala cemas
·         Klien mampu mengidentifikas, mengungkapkan dan menunjukkan teknik untuk mengontrol cemas
·         Vital sign dalam batas normal
Ø  Nadi  :                                               Bangun                        Tidur
1 – 2 th                        80-150                         70-120
2 – 10 th                      70-110                         60-90
>10 th                          55-90                           50-90
Ø  Nafas :
1 – 2 th                        25 – 30 x / mnt
4 – 6 th                        21 – 23 x / mnt
8 – 10 th                      19 – 20 x / mnt
14 – 18 th                    16 – 18 x / mnt
Ø  Suhu  :
1 th                              37,7 º C
2-5 th                           37,2 º C
6-dewasa                     37 º C



Ø  TD     :
1 th                              95 / 65 mmHg
6-13 th                         105 / 65 mmHg
14-18 th                       120 / 80 mmHg

·         Postur tubuh, ekspresi wajah, bahasa tubuh dan tingkat aktifitas menunjukkan berkurangnya kecemasan
NIC          : Anxiety reduction
·         Gunakan pendekatan yang menyenangkan
·         Jelaskan semua prosedur dan apa yang dirasakan selama prosedur
·         Pahami perspektif pasien terhadap stress
·         Temani pasien untuk memberikan keamanan dan mengurangi kecemasan
·         Identifikasi tingkat kecemasan
·         Dorong untuk mengungkapkan perasaan, ketakutan
Ket.          : Skala :
1        : Tidak menunjukkan
2        : Jarang menunjukkan
3        : Kadang menunjukkan
4        : Sering menunjukkan
5        : Selalu menunjukkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar